Lika liku di perhotelan, telah dilalu1 Fendy selama 32 tahun sampai saat ini. Kelak akan mewujudkan drama seri Losmen Bu Broto (TVRI), sebagai mimpinya memiliki penginapan kelak.
Jakarta – Menapak karir di perhotelan, dilalui Fendy Soeryo Widodo akrab disapa Fendy, mulai dari tukang cuci piring. Sampai akhirnya kini, lulusan perhotelan dari Aussie (Australia) menduduki posisi sebagai Group Operations Manager di hotel Bintang Lima di Pulau Bali.
Dibalik karir suksesnya di bidang perhotelan, banyak tersimpan berbagai cerita. Tak ayal dari pengalamannya bekerja, membuat Fendy sapa nama panggilan Fendy Soeryo Widodo, mampu mensiasati dan memanjakan kebutuhan konsumen saat menginap di hotel.
Diakui Fendy, dunia perhotelan sudah melekat dalam dirinya sejak kecil. Terlebih orangtuanya sering mengajaknya menginap di berbagai hotel.
Saking ‘cinta’ pada hotel, membuat Fendy memantapkan diri pada jalur hidup masa depannya. Pilihan jatuh pada negara Australia, sebagai awal memilih pendidikan perhotelan selepas SMA.

Teringat olehnya, saat pertama kali menjalani pekerjaan di salah hotel negara Aussie. Fendy mampu menerapkan ilmu pendidikan perhotelan. Terlebih kemampuan bahasa Inggrisnya, menjadikannya mudah bergaul dengan berbagai kalangan. Baik tamu maupun sesama rekan kerja.
Namun hanya setahun dirinya bekerja. Saat kembali pulang ke Indonesia, kenyataan harus dijalaninya, saat bekerja di salah satu hotel.
“Saya mulai dari Nol. Mulai dari tukang cuci piring, membersihkan kamar, dan pekerjaan lainnya. Atasan saya hanya bilang, saya harus bisa melakukannya meski lulusan dari luar negeri,” kenang pria kelahiran Surabaya ini.
Bagi Fendy tidak menjadi masalah. Mengingat cintanya pada pekerjaan di perhotelan, mengalahkan ego demi logika karir masa depan.
Terbukti dalam waktu singkat, jenjang karir mulai dirasakan Fendy, dari berbagai promosi jabatan. Bahkan berbagai negara, Timur Tengah, Afrika, dan ASEAN telah disinggahi Fendy selama 32 tahun bekerja di perhotelan
“Suka dukanya ada. Termasuk persaingan antar sesama teman bekerja. Tapi hal itu biasa. Buat saya, lebih penting ilmu dan pengalaman yang diperoleh,” papar Fendy.
Salah satunya, mengkombinasikan antara aturan dari perusahaan dengan pendekatan secara personal. Baik dengan sesama teman maupun tamu yang menginap.

Terbukti dengan penerapan yang dilakukanya itu, membuat efek positip yang diperoleh. Semangat karyawan sebagai team work makin bergairah. Termasuk mengerti secara detail kepuasan tamu selama menginap.
Bahkan dengan ilmu pengalaman di perhotelan, membuat Fendy acap diminta sebagai konsultan di berbagai penginapan dan restaurant. Baik di villa maupun berbagai jenis penginapan lainnya.
“Ada rencana nantinya, saya mau buat penginapan seperti Losmen bu Broto, program acara TVRI tempo hari. Karena konsumen hotel saat ini, memiliki pertimbangan memilih tempat menginap. Salah satunya personal touch (sentuhan pribadi) yang baik,” jelas ayah dua anak dan telah memiliki satu cucu ini.
